Review Film The Loudest Voice: Media Mogul
Review Film The Loudest Voice: Media Mogul. The Loudest Voice (2019), miniseries Showtime karya Tom McCarthy dan Alex Metcalf yang dibintangi Russell Crowe sebagai Roger Ailes, tetap menjadi salah satu drama biografi paling tajam dan kontroversial hingga awal 2026. Serial tujuh episode ini menceritakan kebangkitan dan kejatuhan Roger Ailes—pendiri Fox News Channel yang membentuk lanskap media politik Amerika modern selama lebih dari dua dekade. Berlatar dari tahun 1990-an hingga 2016, serial ini menggambarkan Ailes sebagai media mogul yang karismatik, ambisius, dan sangat berpengaruh, tapi juga manipulatif, paranoid, dan terlibat dalam pelecehan seksual sistematis terhadap karyawan perempuan. Hingga Februari 2026, The Loudest Voice terus dipuji karena keberaniannya mengungkap sisi gelap kekuasaan media dan bagaimana satu orang bisa mengubah arah opini publik nasional. REVIEW KOMIK
Kebangkitan Roger Ailes dan Pembentukan Fox News: Review Film The Loudest Voice: Media Mogul
Serial ini dimulai dengan Ailes sebagai konsultan politik sukses untuk Richard Nixon dan Ronald Reagan, yang kemudian direkrut Rupert Murdoch untuk meluncurkan Fox News pada 1996. Ailes membangun jaringan dari nol menjadi saluran berita kabel nomor satu di Amerika dengan formula sederhana tapi efektif: berita yang pro-konservatif, patriotik, dan anti-liberal. Ia merekrut anchor seperti Bill O’Reilly, Sean Hannity, dan Megyn Kelly, serta menciptakan slogan “Fair and Balanced” yang ironis mengingat bias politik yang jelas.
The Loudest Voice menunjukkan bagaimana Ailes menggunakan kekuasaannya untuk membentuk narasi politik: mendukung George W. Bush pasca-9/11, menyerang Barack Obama, dan menjadi kekuatan utama di balik kampanye Donald Trump 2016. Namun serial ini juga mengungkap sisi gelap: Ailes sering memanipulasi informasi, menekan jurnalis yang tidak patuh, dan menciptakan budaya toksik di Fox News di mana perempuan muda direkrut untuk “tampilan visual” dan sering menjadi korban pelecehan seksualnya.
Skandal Pelecehan dan Kejatuhan: Review Film The Loudest Voice: Media Mogul
Bagian paling kuat dari serial ini adalah penggambaran pola pelecehan seksual yang dilakukan Ailes selama bertahun-tahun. Gretchen Carlson (Nicole Beharie), mantan anchor Fox News, menjadi pusat cerita ketika ia menggugat Ailes pada 2016 atas pelecehan seksual dan pemecatan tidak adil. Pengakuan Carlson membuka pintu bagi puluhan wanita lain—termasuk Laurie Luhn (Jennifer Morrison) dan Megyn Kelly (Charlize Theron dalam cameo)—yang menceritakan pengalaman serupa: ancaman, pelecehan verbal, dan tekanan untuk memberikan “kebaikan” demi karier.
Serial ini menunjukkan bagaimana Ailes menggunakan kekuasaan dan koneksi politik untuk menutupi perilakunya selama puluhan tahun. Murdoch akhirnya memecat Ailes pada Juli 2016 setelah gugatan Carlson dan tekanan publik semakin besar. Ailes meninggal dunia kurang dari setahun kemudian pada Mei 2017 karena komplikasi kesehatan.
Kesimpulan
The Loudest Voice adalah serial yang langka: tajam sekaligus sangat menghibur, kritis tapi tidak memihak secara berlebihan, dan mendalam tanpa terasa bertele-tele. Kekuatan utamanya terletak pada penampilan luar biasa Russell Crowe sebagai Roger Ailes—seorang pria yang karismatik tapi sangat beracun—serta penggambaran akurat tentang bagaimana satu orang bisa mengendalikan narasi politik nasional selama dua dekade. Serial ini berhasil menjadi tontonan wajib bagi siapa saja yang ingin memahami bagaimana media menjadi senjata politik di Amerika modern, serta dampak pelecehan kekuasaan terhadap korban. Hingga 2026, The Loudest Voice tetap relevan karena menunjukkan bahwa kekuasaan media tidak pernah netral—ia selalu melayani kepentingan seseorang. Jika kamu sedang mencari drama biografi yang menggabungkan intrik politik, skandal seksual, dan komentar sosial yang kuat, The Loudest Voice adalah pilihan tepat. Saksikan atau tonton ulang—karena terkadang “suara terkeras” adalah yang paling berbahaya. Sebuah karya yang cerdas, provokatif, dan sangat tepat waktu.



Post Comment