Review Film Mission: Impossible – Ghost Protocol
Review Film Mission: Impossible – Ghost Protocol. Film Mission: Impossible – Ghost Protocol yang dirilis pada 2011 kembali ramai dibicarakan di akhir 2025 ini, terutama setelah entri terbaru seri ini tayang dan banyak penonton bandingkan kualitas stunt-nya. Disutradarai oleh Brad Bird dalam debut live-action-nya, film ini adalah installment keempat dengan Tom Cruise sebagai Ethan Hunt. Cerita mengikuti tim IMF yang “dibubarkan” setelah disalahkan atas serangan bom Kremlin. Dengan durasi sekitar 132 menit, Ghost Protocol meraup lebih dari 694 juta dolar secara global dan dikenal sebagai titik balik seri ini menjadi lebih besar, lebih berani, serta penuh stunt praktikal ikonik. BERITA BASKET
Alur Cerita dan Tim Baru: Review Film Mission: Impossible – Ghost Protocol
Ghost Protocol dimulai dengan Ethan Hunt keluar dari penjara Rusia untuk misi ekstraksi. Setelah timnya gagal cegah bom Kremlin, IMF resmi “ghosted”—artinya ditolak pemerintah AS dan dianggap teroris. Ethan, bersama agen baru Benji Dunn (Simon Pegg) dan analis Jane Carter (Paula Patton), harus buktikan diri sambil kejar dalang serangan: Kurt Hendricks, ilmuwan nuklir Swedia yang ingin picu perang dunia. Alur bergerak cepat dari Moskow ke Dubai, Mumbai, hingga Mumbai lagi, dengan twist sederhana tapi efektif. Jeremy Renner sebagai William Brandt tambah dinamika tim—awalnya analis, kemudian ungkap skill lapangan. Chemistry Cruise-Pegg-Patton-Renner terasa segar dan lucu, membuat film ini lebih ringan dibanding entri sebelumnya.
Stunt Spektakuler dan Lokasi Ikonik: Review Film Mission: Impossible – Ghost Protocol
Kekuatan utama Ghost Protocol adalah sequence aksi yang masih jadi standar emas stunt praktikal. Adegan paling terkenal: Ethan memanjat Burj Khalifa di Dubai tanpa pengaman digital—Tom Cruise benar-benar lakukan sendiri di ketinggian 130 lantai. Adegan parkour di Mumbai, kejar-kejaran mobil pasir di Moskow, serta pertarungan di ruang parkir bawah tanah juga dirancang realistis. Brad Bird, yang biasa animasi, bawa visi visual besar: kamera gerak mulus, wide shot megah, dan pacing ketat. Tidak ada CGI berlebih untuk stunt utama, membuat adrenalin terasa nyata. Lokasi ikonik seperti Burj Khalifa dan Mumbai jadi karakter tersendiri, bukan sekadar latar.
Dampak dan Warisan dalam Seri
Film ini ubah arah seri Mission: Impossible dari fokus cerita rumit jadi showcase aksi murni dengan humor dan tim ensemble yang kuat. Suksesnya buka jalan bagi entri-entri berikutnya yang semakin tinggikan skala stunt. Di akhir 2025, Ghost Protocol sering disebut sebagai salah satu yang terbaik karena keseimbangan antara hiburan besar dan momen emosional kecil (seperti hubungan Ethan-Benji). Kritikus memuji transisi Brad Bird ke live-action serta dedikasi Cruise yang ekstrem. Banyak penonton baru yang mulai dari film ini karena adegan Burj Khalifa jadi viral kembali di media sosial.
Kesimpulan
Mission: Impossible – Ghost Protocol tetap jadi salah satu entri paling menghibur dan berpengaruh dalam waralaba ini. Dengan stunt legendaris, lokasi megah, tim yang menyenangkan, serta arahan energik Brad Bird, film ini sukses angkat seri ke level baru tanpa kehilangan esensi. Meski plot sederhana, kekuatan utamanya ada pada eksekusi aksi yang tak tertandingi. Di tengah sekuel terbaru yang baru rilis, Ghost Protocol masih layak ditonton ulang sebagai pengingat bahwa aksi praktikal dan chemistry tim bisa bikin film blockbuster terasa segar dan mendebarkan. Wajib tonton bagi siapa saja yang suka adrenalin tinggi dengan sentuhan humor cerdas.



Post Comment