Review Film Salut d’Amour

review-film-salut-damour

Review Film Salut d’Amour. Film Salut d’Amour yang dirilis pada 2015 tetap menjadi salah satu drama romantis Korea paling hangat dan mengharukan tentang cinta di usia senja. Disutradarai oleh Kang Je-gyu – yang lebih dikenal lewat film aksi besar – film ini dibintangi Park Geun-hyung sebagai Sung-chil, kakek keras kepala berusia 70-an, dan Youn Yuh-jung sebagai Geum-nim, nenek ceria pemilik toko bunga. Cerita yang sederhana tapi penuh kehangatan ini langsung sukses di box office saat rilis, terutama karena pesan positifnya tentang cinta tak mengenal usia dan pentingnya menjalani hidup dengan gembira. Meski bergenre romance dengan sentuhan komedi keluarga, film ini punya lapisan emosi yang dalam, membuat penonton tersenyum sekaligus terharu. BERITA VOLI

Sinopsis dan Alur Cerita: Review Film Salut d’Amour

Cerita berpusat pada Sung-chil, pensiunan pegawai supermarket yang hidup sendirian, keras kepala, dan tak suka bergaul. Ia bekerja paruh waktu di supermarket kecil, di mana ia bertemu Geum-nim, nenek pemilik toko bunga di sebelah yang selalu ceria dan suka menggoda. Awalnya Sung-chil cuek dan kasar, tapi perlahan sikap Geum-nim yang positif mulai meluluhkan hatinya. Mereka mulai berkencan dengan cara yang lucu dan menggemaskan – jalan pagi, makan bersama, hingga saling curhat tentang masa lalu.

Alur film mengalir santai dengan banyak momen kecil yang hangat, tapi juga konflik ringan dari anak-anak mereka yang khawatir atau malu dengan hubungan orang tua. Ada subplot tentang anak Sung-chil yang sibuk karier dan cucunya yang remaja, serta anak Geum-nim yang protektif. Konflik memuncak saat kesehatan salah satu dari mereka terganggu, memaksa semua menghadapi realitas usia tua. Narasi yang sederhana ini dibangun dengan dialog natural dan adegan sehari-hari yang relatable, membuat penonton ikut merasakan perjalanan cinta yang lambat tapi pasti ini.

Akting dan Chemistry Pemain: Review Film Salut d’Amour

Park Geun-hyung dan Youn Yuh-jung adalah jantung sejati film ini. Park Geun-hyung memerankan Sung-chil dengan sempurna: kakek kaku yang perlahan mencair, dengan ekspresi wajah yang lucu saat gugup atau malu-malu saat jatuh cinta. Youn Yuh-jung sebagai Geum-nim membawa energi ceria yang menular – nenek yang tetap genit, positif, dan tak takut menunjukkan perasaan meski usia sudah lanjut.

Chemistry keduanya luar biasa alami dan menggemaskan, terasa seperti pasangan tua yang baru pacaran pertama kali. Momen-momen kecil seperti saling pandang malu-malu atau berdebat kecil terasa sangat tulus. Pemain pendukung seperti Han Ji-min sebagai anak Geum-nim dan Jo Jin-woong sebagai anak Sung-chil menambah dinamika keluarga yang hangat tanpa mencuri fokus. Secara keseluruhan, akting mereka membuat film yang sederhana ini terasa begitu hidup dan emosional, terutama di adegan-adegan diam yang penuh makna.

Tema dan Pesan yang Tersirat

Salut d’Amour bicara tentang cinta di usia tua yang sering diabaikan di layar lebar – bahwa hati tak pernah benar-benar tua, dan masih boleh jatuh cinta meski rambut sudah memutih. Sung-chil dan Geum-nim mewakili banyak lansia yang kesepian tapi masih punya keinginan untuk bahagia dan dicintai. Film ini kritik ringan terhadap anak-anak yang terlalu sibuk atau malu dengan orang tua mereka, serta masyarakat yang sering menganggap lansia “sudah waktunya diam saja”.

Ada pesan kuat tentang menghargai waktu yang tersisa – jangan tunggu sampai terlambat untuk menunjukkan kasih sayang atau mengejar kebahagiaan. Geum-nim mengajarkan bahwa positif dan ceria adalah pilihan, sementara Sung-chil belajar membuka hati lagi setelah bertahun-tahun menutup diri. Film ini juga menyentuh isu kesehatan lansia dan dukungan keluarga dengan cara yang lembut, tanpa terasa berat. Pesan terdalamnya adalah cinta dan kebahagiaan bisa datang di usia berapa pun, dan hidup layak dijalani dengan penuh semangat sampai akhir. Ending yang hangat dan penuh harapan meninggalkan rasa optimis tentang penuaan.

Kesimpulan

Salut d’Amour adalah drama romantis yang sederhana tapi sangat menghangatkan hati, dengan penggambaran cinta usia senja yang langka dan menyentuh. Akting memukau Park Geun-hyung dan Youn Yuh-jung, chemistry menggemaskan, serta pesan positif tentang hidup dan cinta membuat film ini mudah ditonton ulang kapan saja butuh suntikan semangat. Bukan film dengan plot rumit atau drama besar, tapi kekuatannya ada pada momen-momen kecil yang penuh kehangatan keluarga dan tawa lembut. Bagi yang suka cerita romance dengan tema dewasa, keluarga, dan optimisme menghadapi usia tua, film ini wajib – dijamin akan membuat tersenyum lebar sekaligus menghargai orang tua di sekitar kita. Klasik yang tetap relevan sebagai pengingat bahwa cinta tak pernah benar-benar pensiun.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Post Comment