Review Film Along With the Gods: The Two Worlds

review-film-along-with-the-gods-the-two-worlds

Review Film Along With the Gods: The Two Worlds. Delapan tahun setelah rilis, “Along With the Gods: The Two Worlds” masih jadi film Korea paling epik dan paling bikin orang nangis di bioskop. Tayang Desember 2017, karya Kim Yong-hwa ini langsung hancurkan box office dengan lebih dari 14 juta penonton dalam negeri – rekor yang bertahan lama. Durasi 139 menit ini campur fantasi akhirat, efek visual kelas dunia, dan drama keluarga yang ngena banget. Hingga akhir 2025, film ini tetap jadi paket wajib kalau mau nonton sesuatu yang besar, lucu, sedih, sekaligus bikin mikir soal dosa dan pengampunan. Cast mewah – Ha Jung-woo, Cha Tae-hyun, Ju Ji-hoon, Kim Hyang-gi, sampai Lee Jung-jae – bikin film ini terasa seperti event nasional Korea. BERITA BOLA

Cerita yang Penuh Twist dan Air Mata: Review Film Along With the Gods: The Two Worlds

Kim Ja-hong (Cha Tae-hyun), pemadam kebakaran yang mati saat selamatkan anak kecil, langsung “diambil” tiga penjaga akhirat: Gang-rim (Ha Jung-woo), Hae Won-maek (Ju Ji-hoon), dan Deok-choon (Kim Hyang-gi). Mereka janjikan Ja-hong jadi manusia mulia kalau lolos tujuh sidang di tujuh neraka dalam 49 hari. Sidangnya berat: pembunuhan, kemalasan, kebohongan, ketidakadilan, pengkhianatan, kekerasan, dan ketidakbakti anak.

Sambil sidang, penonton disuguhi flashback hidup Ja-hong: ibu tunggal yang sakit, adik yang meninggal karena kelalaiannya, dan rasa bersalah yang ia bawa sampai mati. Twist besar muncul saat terungkap Ja-hong sebenarnya “jiwa mulia” langka, tapi ada roh dendam adiknya yang ganggu proses. Akhirnya semua penjaga akhirat ikut bertaruh nyawa demi selamatkan Ja-hong – dan ibunya di dunia nyata.

Penampilan Aktor yang Luar Biasa: Review Film Along With the Gods: The Two Worlds

Cha Tae-hyun bawa Ja-hong yang polos dan penuh penyesalan dengan sangat meyakinkan – adegan ia nangis minta maaf ke ibunya jadi salah satu momen paling menghancurkan. Ha Jung-woo sebagai Gang-rim cool tapi berlapis, Ju Ji-hoon curi tawa lewat Hae Won-maek yang cerewet, dan Kim Hyang-gi bikin penonton gemas sekaligus iba sebagai Deok-choon.

Kim Dong-wook sebagai adik Ja-hong dan Do Kyung-soo sebagai prajurit muda di akhirat juga bikin hati perih. Semua aktor berhasil bikin penonton percaya bahwa akhirat itu ramai, birokratis, tapi tetap manusiawi.

Visual Megah dan Pesan Keluarga

Efek visual di sini masih jadi benchmark Korea: neraka es, lautan pasir, gunung pisau, sampai istana Raja Yeomra – semuanya terlihat mahal dan detail. Adegan Ja-hong jatuh ke neraka lahar atau Gang-rim lawan roh jahat tetap bikin jantungan sampai sekarang. Musik Kim Tae-seong bikin transisi dari tawa ke tangis terasa mulus.

Tapi yang bikin film ini abadi adalah pesan soal dosa anak terhadap orang tua dan sebaliknya. Di 2025, tema itu masih ngena banget – terutama setelah banyak orang sadar pentingnya hubungan keluarga pasca-pandemi.

Kesimpulan

“Along With the Gods: The Two Worlds” adalah blockbuster yang berhasil jadi lebih dari sekadar hiburan musim liburan: epik, lucu, mengharukan, dan punya hati besar. Ada kritik kecil soal durasi panjang dan beberapa neraka yang terasa mirip, tapi semua tertutup oleh akhir yang bikin bioskop banjir air mata. Delapan tahun kemudian, film ini tetap jadi salah satu karya terbaik perfilman Korea modern. Kalau kamu belum pernah nonton, siapkan tisu satu kotak. Kalau sudah pernah, tonton lagi – rasanya tetap sama sakit dan indahnya. Pada akhirnya, film ini bilang satu hal: di akhirat pun, yang terpenting adalah maaf dan cinta keluarga. Dan itu berhasil bikin jutaan orang pulang bioskop sambil telepon ibu.

BACA SELENGKAPNYA DI..

Post Comment